Showing posts with label Wisata Sumatera Utara. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sumatera Utara. Show all posts

Saturday, November 21, 2015

Taman Buaya Asam Kumbang

Standard

 
Tempatnya cukup sederhana dari depannya nampak seperti rumah biasa dengan warung di bagian depannya. Warung ini sekaligus tempat untuk membeli tiket masuk ,dan tempat membeli minuman ringan. Biaya masuknya cukup murah hanya Rp 5000 bagi orang dewasa dan Rp 3000 bagi anak-anak.
Terletak di Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang tepatnya di Jalan Bunga Raya II Kota Medan, Sumatera Utara , salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Medan, Sumatra Utara adalah Taman Buaya Asam Kumbang. Berawal dari hobi sang pemilik yang bernama Lo Tham Muk , gemar memelihara buaya sejak tahun 1959,dan saat ini telah memiliki sekitar 2.400 buaya. Kebanyakan buaya di sini adalah buaya muara (Crocodyllus porosus).Taman Buaya Aasam Kumbang diklaim sebagai taman reptil terbesar di Indonesiadan juga tercatat sebagai salah satu penangkaran buaya terbesar di Asia


Walaupun berada di Medan, namun Asam Kumbang merupakan daerah pinggir Medan. terlebih karena Medan merupakan kota kedua terbesar di Indonesia, maka perjalanan dari pusat Kota Medan hingga ke Asam Kumbang mencapai kurang lebih 1 jam, dalam kondisi jalan yang relatif bagus dan lenggang. Sehubungan Asam Kumbang yang terletak di daerah pinggiran Medan, maka kondisi alamnya juga lebih asri dibanding Kota Medan itu sendiri. Selain kondisi alamnya yang masih asri, Asam Kumbang masih cenderung wilayah sub-urban yang masih menyisakan hamparan luas lahan yang hijau.

Pintu masuk lokasi penangkaran tampak sangat jelas terlihat berbentuk buaya. Dengan melalui jalanan yang merupakan Jalanan semi Gang, maka tak lama kemudian anda akan berjumpa dengan gapura berlambang buaya di sisi kanan jalan yang bertuliskan Silahkan masuk ke Penangkaran Buaya Asam Kumbang !!

Adapun Taman Buaya Asam Kumbang Medan ini memiliki 2600 ekor buaya yang memulai pemeliharaan sejak 1959 hingga sekarang. Berdiri ditanah seluas area sekitar kurang lebih 2 H. Didalamnya kita dapat melihat buaya yang baru lahir hingga yang berusia 50 tahun dan sebagain buaya tersebut terlatih dan mampu menyajikan atraksi yang menakjubkan.


Buaya ternyata lebih menyeramkan kalau dilihat langsung daripada ditonton di Chanel Animal Planet ya. Penangkaran ini adalah properti pribadi namun mereka memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin melihat buaya-buaya peliharaan mereka, dengan hanya membayar tiket Rp.15 per-orang. Di dalam kompleks penangkaran ini, terdapat sekitar sepuluh kolam dari batu yang dibuat berdinding lumayam tinggi (setinggi dada orang dewasa) yang di dalamnya terdapat berbagai buaya yang dikelompokkan berdasarkan usianya. Di pintu masuk, yang pertama kali terlihat adalah sebuah kolam yang agak besar berisi seekor buaya berusia 34 tahun! Ukurannya besar sekali! Sepertinya perutnya bisa menampung tubuh manusia dewasa dalam keadaan utuh. Wooww, Seram Sekaliii .. !!

Kolam-kolam yang lain berisi sekitar 10-15 ekor buaya. Sekitar pukul 10 pagi, buaya-buaya itu berjemur sambil menumpukkan diri satu dengan yang lainnya. Beberapa diantara mereka menutup mata, namun tidak sedikit juga yang membuka mata dan memandang pengunjung yang dengan mata kuning mereka. Mereka tidak perlu bergerak untuk mengintimidasi korbannya. Benar-benar predator sejati.

Seorang pawang buaya membersihkan anak-anak buaya dengan panjang seperti lengan orang dewasa, di dalam beberapa ember bulat, dengan menggunakan cairan seperti sabun. Dan anak-anak buaya ini memang lumayan kotor. Jadi air bekas ’mandinya’ juga benar-benar kotor !!

Sementara buaya-buaya yang sudah besar, tidak dibersihkan secara manual. Cukup dengan mengalirkan air menggunakan pipa-pipa sedang ke setiap kolam, maka aliran air yang baru akan mendorong air kotor ke parit pembuangan. Semoga kuunjungan ke tempat ini menarik minat Anda. Walau even Anda tidak terlalu membantu dalam hal apapun, namun anda sudah cukup membantu dalam kelestarian perawatan buaya ini dengan berkunjung ke dalam lokasi penangkaran. Apalagi tiket masuk yang anda bayarkan cenderung sangat murah.

sumber : helmitamb.blogspot.com

Pulau Berhala

Standard


 
Berhala adalah sebuah pulau di Jambi, Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana. Luasnya adalah 2,5 km². Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih.
Perjalanan ke Pulau Berhala dimulai dari Medan menggunakan transportasi darat menuju Tanjung Beringin, Serdang bedagai, SUMUT dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Dari Pelabuhan Tanjung Beringin, kita menyewa perahu boat nelayan setempat yang biasa digunakan untuk menangkap ikan. Butuh sekitar tiga jam perjalanan laut menembus perairan Selat Malaka untuk tiba ke Pulau Berhala. Setelah tiga jam perjalanan di atas perahu wajah saya mulai sumringah melihat mahligai indah pulau Berhala ditengah birunya Selat Malaka.





Pulau berhala ini ternyata tidak dihuni penduduk sipil, sebagai bagian dari Pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia pulau ini ditempati marinir dan personil TNI Angkatan Darat ,mereka berada di sana menjalankan tugas negara menjaga pulau tersebut. Tidak ada hotel atau penginapan komersil disana, sebagai pengunjung kita menempati mes marinir atau mendirikan tenda.
Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana.


Mau tau sisi historisnya dimana? Sisi historis pulau ini, di tandai dengan adanya makam Raja Jambi
yaitu Datuk Paduke Berhale yang bernama asli Ahmad Salim, beliau merupakan pengembang Islam di Jambi yang kemudian menikahi putri dari raja Jambi, sehingga beliau di angkat menjadi raja. Untuk menuju ke makam tersebut, anda harus menyusuri jalan setapak yang ada di daerah perbukitan pulau ini.

Anda cukup berjalan melewati jalan setapak sekitar 150 meter saja, kemudian anda sudah bisa menemukan makam dari sang cikal bakal Raja-raja Jambi. Bukan hanya makam sang raja yang akan anda temukan, pulau ini juga menyimpan sebuah benteng kuno peninggalan Jepang, serta ada meriam yang diperkirakan bekas masa penjajahan kolonial Belanda.

Makam Datuk Paduka Berhala
Di sebelah barat pulau, anda akan merasakan wisata berupa pantai berpasir putih yang landai. Sedangkan di sebelah timur, anda bisa melihat tebing-tebing karang yang sangat curam. Jadi, akan ada banyak jenis wisata yang bisa anda jelajahi di Pulau Berhala.

Di pulau berhala kamu bisa trekking, snorkling, melihat penyu bertelur atau bermain-main di pasir .
Waktu berlibur yang baik ke sini adalah dari bulan Mei sampai Oktober, karena kondisi ombak yang baik dan aman adalah pada bulan-bulan tersebut.

Ayo teman isi liburan kalian ke pulau Berhala!


sumber : segala sumber

Istana Maimon

Standard




Istana Maimon
Istana Maimon adalah salah satu istana yang paling indah masih ada di Indonesia. unik arsitektur dan desain interior yang Mewah memberikan karakter yang khas. Istana Maimun ini dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana Maimon yang dibangun oleh desain dari seorang arsitek Italia pada 1888. Sebagai warisan Kesultanan Melayu, Deli, Istana.

Maimun didominasi warna kuning, Melayu yang khas. Istana Maimoon dibangun di atas lahan seluas 2772 m persegi di pusat kerajaan Deli, sekarang Jalan Brigjen Katamso, Medan. Istana Maimon menjadi pilihan tempat Wisata Karena keindahan dan Kemegahan yang di bangun pada Jaman Dahulu.

Istana Maimun terdiri dari dua lantai terbagi dalam tiga bagian, bangunan utama, sayap kiri sayap dan kanan. Di depan, sekitar 100 meter, berdiri Masjid Al-Maksum dikenal sebagai Masjid Raya Medan. Di ruang tamu (ruang utama), Anda akan menghadapi takhta yang didominasi oleh warna kuning. Kristal lampu di atas takhta itu, bentuk pengaruh budaya Eropa. Efek yang sama muncul di pengadilan furnitur seperti kursi, meja, toilet dan lemari dan pintu, yang mengarah ke aula. Ruangan seluas 412 meter persegi digunakan untuk agenda penobatan Sultan Deli atau tradisional. Hall juga digunakan sebagai tempat Sultan menerima pujian dari kerabat dan keluarga di hari libur Islam.


Singgasana Sultan Maion

Istana Maimun, terkadang disebut juga Istana Putri Hijau, merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Istana ini didominasi warna kuning, warna kebesaran kerajaan Melayu. Pembangunan istana selesai pada 25 Agustus 1888 M, di masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.

Meriam puntung.
Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.

meriam puntung
Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

Terlepas dari pro kontra dalam menyikapi perilaku tersebut, saya hanya melihat dari sisi pariwisata. Segala macam bentuk daya tarik dari suatu tempat atau budaya harus terus diberdayakan agar tetap lestari

Gunung Sibayak

Standard



Gunung Sibayak berada di dataran tinggi Karo. Gunung Sibayak memiliki ketinggian 2.094 meter dpl. Gunung ini tidak terlalu sulit untuk didaki bahkan seorang pemula pun bisa mendaki gunung ini. Dari puncak gunung kita bisa melihat pemandangan Kota Medan dari kejauhan.

Orang Batak Karo sering menyebut Gunung Sibayak dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa Batak Karo.

Gunung Sibayak, yang meletus terakhir kali pada tahun 1600, merupakan gunung vulkanik yang masih aktif mengeluarkan gumpalan asap dengan ketinggian hingga 2 km. Gumpalan asapnya berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung Sibayak.

Ketinggian gunung itu sekitar 2.094 m dari permukaan laut. Dari Desa Sibayak, terlihat jelas kondisi kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga uap), yang kelihatannya seperti membelah gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga ke Desa Semangat Gunung. Kondisi kabut seperti ini, sama dengan kondisi kabut yang ada di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah atau di Genting Highlands, Malaysia.


Keistimewaan
Gunung itu terlihat begitu indah dan menjadi daya tarik banyak pengunjung, terutama para pendaki gunung. Pada malam Minggu, biasanya pukul 02:00 WIB merupakan malam favorit bagi para pendaki untuk mendaki ke puncak gunung, untuk melihat keindahan panorama matahari terbit. Dari puncak gunung terlihat Kota Medan, di mana pada malam harinya, Kota medan terlihat lebih indah dengan kemilau lampu-lampu kotanya.Untuk mencapai kaki Gunung Sibayak, paling dekat ditempuh melalui Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran, tanaman hias dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang multikultural. Komunitas Muslim dan Nasrani hidup saling berdampingan. Dalam perjalanan menuju Gunung Sibayak, di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan tradisional, berupa rumah-rumah adat Batak Karo yang telah berusia sekitar 250 tahun.

Banyak terdapat sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung dan di Gunung Sibayak. Di kaki Gunung Sibayak terdapat sumber air panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung belerang, sehingga tercium agak menyengat. Kondisi alamnya masih natural, dipenuhi pepohonan bambu dan rotan. Untuk menuju arah puncak, para pendaki dapat melewati jalan setapak sebagai jalur resmi pendakian.


Gunung Sibayak bisa dicapai dari dua tempat yaitu:

Terdekat dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung) Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo (60 KM dari Kota Medan) .

Melalui Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran, tanaman hias dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang multikultural. Dalam perjalanan menuju Gunung Sibayak, di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan tradisional, berupa rumah-rumah adat Batak Karo yang telah berusia sekitar 250 tahun.

Banyak terdapat sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung dan di Gunung Sibayak. Di kaki Gunung Sibayak terdapat sumber air panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung belerang, sehingga tercium agak menyengat. Kondisi alamnya masih natural, dipenuhi pepohonan bambu dan rotan. Untuk menuju arah puncak, para pendaki dapat melewati jalan setapak sebagai jalur resmi pendakian.

Mandi Sauna, mereka yang memiliki hobi jalan dan berendam dengan air panas belerang. Berada di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahkaro, kawasan ini menjadi pilihan wisata akhir pekan bagi keluarga. Dengan balutan udara sejuk karena berada di kaki Gunung Sibayak, daerah kunjungan wisata ini dianugerahi air panas belerang. Ali mengalir sepanjang masa dengan balutan panorama eksotis yang menyajikan suasana indah, tenang serta damai.


sumber : berbagai sumber & helmitamb.blogspot.com

Bukit Lawang

Standard

Objek wisata ini terletak di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di kawasan Bukit Lawang ini terdapat Taman Nasional Gunung Leuser yang terkenal itu. Pemandangan pepohonan hijau yang lebat dan udara sejuk menjadi ciri khas objek wisata ini. Selain itu pengunjung bisa menjumpai Orang Utan yang berada di kawasan ini.

Bukit Lawang Atau dikenal sebagai Tempat Wisata Alam Bukit Lawang Terletak di kabupaten langkat provinsi Sumatera utara terletak sekitar 68 kilometer dari sebelah barat laut kota binjai dan sekitar 80 km dari sekitar barat laut kota medan. Bukit Lawang sendiri masih bagian dari gunung leuser, dimana gunung ini merupakan daerah konversasi mawas.

Bahorok bukit lawang, Sungai Bahorok Salah satu objek yang paling terkenal dari Bukit Lawang ini adalah sejuknya Sungai Bahorok. dimana terdapat air terjun di dalam hutan merupakan air terjun yang langsung dan masih asli dari alam. Selain itu menikmati sejuknya Sungai bahorok ini, para pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam yang menghijau dan membentang dalam bentuk perbukitan. dan kebanyakan wisatawan domestik melakukan kegiatan arum jeram menggunakan Ban dalam Mobil atau biasa di sebut TUBE RAFTING .



 

Di tempat wisata Bukit Lawang atau biasa disebut daerah bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser ini, pengunjung bisa dengan sangat leluasa melihat kehidupan para orangutan dan satwa lain yang hidup tenang di daerah ini.
Pengunjung-pengunjung yang datang kedaerah ini di mayoritasi oleh masyarakat sumatera sekitarnya, memang sudah sangat banyak pengunjung yang datang dari manca negara, dan pada umumnya mereka datang untuk menikmati sungai bahorok dan melihat orangutans dan menjelajahi hutan, karena orangutans sumatera sudah menjadi ikon dari tempat wisata ini sendiri yang telah terkenal sampai ke mancanegara.











 

Wisatawan yang datang ke tempat ini, lebih banyak yang memilih menginap. Didaerah wisata ini tersedia fasilitas penginapan, seperti hotel, cottage, dan lainnya. untuk kebutuhan makanan juga terdapat beberapa rumah makan atau restoran. Cinderamata dari bukit lawang ini sendiri juga sangat banyak di kenal di luar daerah karena ke unikan dan citra alam yang masih alami dari Bukit Lawang.







Air Terjun Dua Warna

Standard

 
Air Terjun Dua Warna atau juga dikenal dengan nama Air Terjun Telaga Bitu Sibolangit memiliki ketinggian terjunan air sekitar 75 meter dan berada di ketinggain 1475 m dpl. Air terjun ini terletak di hulu Sungai Sinembah 1 dan terbentuk dari letusan letusan gunung Sibayak ratusan tahun silam.


Air terjun yang satu berwarna biru indah dan air yg sangat dingin, dengan tebing-tebing berlumut hijau di sekitarnya. Satunya lagi berwarna putih bening dan terasa hangat. Kedua air terjun ini terpisah dekat oleh beberapa air terjun kecil penghias tebing.

Warna birudiperoleh informasi air terjun telaga dua warna atau telaga biru kemungkinan disebabkan air yang terjun dari ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan tanah awalnya berwarna putih namun setelah jatuh ke telaga berubah menjadi biru. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab mengapa air terjun itu berubah menjadi biru. Sedangkan orang yang dianggap pertama sekali menemukan keajaibannya itu juga sampai sekarang belum diketahui. Namun air terjun ini sejak dulu sudah sering dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa pencinta alam yang camping di sekitar Bumi Perkemahan Sibolangit
Warna birudiperoleh informasi air terjun telaga dua warna atau telaga biru kemungkinan disebabkan air yang terjun dari ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan tanah awalnya berwarna putih namun setelah jatuh ke telaga berubah menjadi biru. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab mengapa air terjun itu berubah menjadi biru. Sedangkan orang yang dianggap pertama sekali menemukan keajaibannya itu juga sampai sekarang belum diketahui.


 Namun air terjun ini sejak dulu sudah sering dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa pencinta alam yang camping di sekitar Bumi Perkemahan SibolangitTempat wisata ini memang terkesan unik. Dari namanya saja orang-orang menyebutnya Air Terjun Dua Warna sebab air terjun yang turun dari sungai atas akan tertampung ke sebuah danau kecil dan disinilah air tersebut memiliki dua warna yaitu biru muda dan putih keabu-abuan. Setelah ditelusuri ternyata air terjun ini bersumber dari letusan Gunung Sibayak yang membentuk aliran sungai yang dialiri belerang (sulfur) yang kemudian bersatu dengan resapan air hutan sehingga menjadi berair dingin yang berwarna biru. Uniknya lagi, air terjun tersebut tidak mengeluarkan bau belerang namun jangan pernah meminum air tersebut. Selain itu, keberadaan air terjun ini juga tersembunyi di dalam hutan hujan tropis di tengah hutan Sibayak I dan Sibayak II dengan ketinggian 1475 meter dari permukaan laut. So..bagi kalian yang sangat mencintai keindahan alam Indonesia, tunggu apa lagi..saatnya mengunjungi Desa Durin Sirugun di kawasan Sibolangit untuk menikmati keindahan Air Terjun Dua Warna ini.

Tetapi jangan kuatir, semua itu akan terbalas begitu Anda tiba di Air Terjun Telaga Dwi Warna. Airnya yang putih seperti susu mengalir dengan derasnya. Sesuai namanya, Dwi Warna, air terjun ini memiliki dua warna, yaitu putih dan biru. Air terjun memesona ini bersumber dari Gunung Sibayak. Dua warna air terjun ini adalah biru muda dan putih keabu-abuan karena kandungan fosfor dan belerang yang menghasilkan warna biru muda. Karena mengandung belerang, Anda pun dilarang meminum air dari Air Terjun Dua Warna. Meski demikian, Anda dapat berenang dan mandi tepat di bawah air terjun sambil menikmati segarnya air dan sejuknya udara di sekitar telaga.. Keindahan dua warna ini membuat siapa saja yang datang melupakan segala lelah perjalanan untuk mencapai tempat ini. Tebing-tebing yang ditumbuhi pepohonan hijau pasti membuat Anda tidak ingin segera pulang.

Udara di sekitar Air Terjun Telaga Dwi Warna sangat dingin. Jadi, jika ingin berkunjung ke sana, gunakan baju yang agak tebal. Nah, bagi Anda yang berencana bermalam di sana. Usahakan jam 4 atau paling lama jam setengah 5 sore harus sudah bergerak untuk pulang, karena hutan di sini akan menjadi sangat gelap setelah magrib tiba.

Namun, jika anda memang takut tersesat, anda bisa menyewa pemandu wisata yang akan memandu anda sampai di Wisata Air Terjun Dua Warna ini, harga nya pun tidak terlalu mahal hanya 100rb sampai 300rb rupiah saja. Setelah sampai disana, semua rasa lelah anda selama perjalanan akan hilang ketika melihat keindahan Air terjun Dua Warna ini jadi tak usah ragu untuk berkunjung ke objek wisata di Deli Serdang Sumut ini.(Grd_ddku)

sumber : Segala sumber

Ketinggian Air Terjun Sipiso-piso Sumatera Utara Yang Memukau Dunia

Standard

 Ketinggian Air Terjun Sipiso-piso Sumatera Utara Memukau Dunia
Dalam bahasa masyarakat setempat, Sipiso-piso berarti pisau atau piso. Hal ini digunakan untuk mempresentasikan ketinggian dan derasnya air terjun yang mengalir deras seperti sebilah pisau tajam. Air terjun Sipiso-Piso memiliki ketinggian 120 meter dengan riak-riak airnya mengalir ke bawah menuju Danau Toba yang dikelilingi tujuh kabupaten

Perjalanan menuju air terjun hanya ditempuh dengan berjalan kaki. Membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai di bawah air terjun. Tiket masuk kawasan wisata ini pun cukup murah karena hanya dibandrol enam ribu rupiah per orang.

Air terjun Sipiso-Piso memiliki ketinggian 120 meter atau setara dengan 360 kaki. Kemudian riak-riak airnya akan mengalir ke bawah menuju Danau Toba yang dikelilingi tujuh kabupaten. Sehingga menarik perhatian kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Bagi para wisatawan, dapat menggunakan mobil sewaan untuk menuju lokasi ini. Biaya menyewa mobil berkisar antara Rp. 500 ribu per hari. Selain itu, para wisatawan yang memiliki dana terbatas dapat mencapai lokasi menggunakan bus dari Medan. Biasanya bus akan diberangkatkan setiap 45 menit sekali.

Dari Medan para wisatawan harus menempuh perjalanan selama dua jam lebih menuju ibukota kabupaten Karo, Kabanjahe. Lalu ditambah 24 km lagi ke arah utara menuju Merek, Karo.

Penasaran ? tunggu apalagi berangkat !!